Tambah Umur..

24 Desember, 2009


24.02 WCT,
ternyata dunia masih berputar..
ternyata mentari masih bLm bosan membuka hari dengan sinarnya,
kesempatan seperti ini tak akan bisa dibeli,
"sayang",
wahai jiwa,,,
bersamamu ku habiskan waktu., 20 tahun berlalu,,,

*berkurangnya jatah hidup, ...
Mudah-mudahan target utama kita sama, yakni menjadi hamba Allah yang baik.
“Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyanyang itu adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan penuh kerendahan hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata yang (mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang berkata:
Wahai Rabb kami, jauhkanlah adzab jahanam dari kami sesungguhnya adzabnya itu adalah kebibnasaan yang kekal”
(Q.S. Al Furqan : 63-68)
#Aku yg m'coba m'buka lembaran baru,
memperbaiki niat,
yg m'coba menyempurnakan ikhtiar,
tawakal dan berserah diri hanya mengharap Ridho&Rahmat-NYa..
semoga Allah selalu membimbing setiap langkah ku...
اللهم ا مين

ganbatte..! life must go on..!
Tafahna Al-Asyraf-24duabelas09Egypt

Read more...

سنة جديدة-Tahun Baru 1431-

19 Desember, 2009

 "Sanah Gadiidah.."begitu orang mesir bilang.
"Happy New Year"

"Selamat tahun baru hijriyyah 1431"
apapun ungkapan yang keluar dari mulut stiap muslim,dgn lajnah yg berbeda-beda,semua tak lain dan tak bukan hanya mengharapkan satu kata..??
berubah=perubahan*
yApzs-=-
*hijrah..
perubahan diri,perubahan keluarga,masyarakat,bangsa&negara
tentunya ke arah yg lebih baik,
"hri baruu taun baruu hati n dri jga hrus bruu :)"
kalimat itu yg di post kan di status fes-buk tmn saya
yeah,,ini taun baru-...
''Memasuki tahun baru Hijriah ini merupakan momentum untuk melakukan perbaikan diri,''
mengutip statement dr Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII)
dari statement beliau yg di kutip harian republika,bahwa
Dikatakan Adian(Ketua (DDII), hendaknya umat melakukan pertobatan yang serius. ''Hal-hal yang sifatnya upacara-upacara atau seremonial yang sifatnya hanya pemborosan, hendaknya dihilangkan pada peringatan tahun baru Hijriah,'' ungkap Adian.
saya sedikit tertegun dan sedikit tersadarkan membaca harian republika online di web broser saya.
selama ini,momentum tahun baru selalu identik dengan "ceremonial"&petasan2 serta kembang api yang terbuang percuma di malam tahun baru tersebut,
lain tahun baru ISlam lain tahun baru Masehi,..
tanggal 2 Muharram 1431 ini, tadi pagi saya melihat liputan 6 salah satu stasiun TV swasta(sctv),ternyata di slh 1 beritanya meliput acara malam tahun baru-an di daerah Jakarta Timur-Subhanallah masih terdengar shalawatan,gema Takbir di Ibu Kota Indonesia tercinta, diiringi sm "drum-band,&arak-arakan obor".

Indonesia Raya-Tanah air-ku,Tanah tumpah ruah umat IsLam,society& pribadi yg menjunjung tinggi nilai2 ke'muslim-an nya, sebelum terkikis& terkontamiasi oleh era globalisasi yang semakin "menggiLa"..yah-menggiLa-begituLah..
dimana pola-pola hidup pragmatis individual yg hendaknya dihilangkan dalam menjalankan kehidupan mendatang. Suatu keberhasilan saat ini hanya dilihat dari tolak ukur capaian-capaian materialistik. Pandangan ini, paling tidak perlu sedikit kita ubah. Bahwa capaian-capaian dari sudut spiritual merupakan keberhasilan yang hakiki. Seperti dalam syair lagu Indonesia Raya, bahwa selain perlu membangn raga, yang terpenting adalah membangun jiwa,..!!^^

'Gonjang-Ganjing,Estafeta' kepemimpinan dari tahun ke tahun,dr periode ke periode terus berjalan di negri kita.
terlepas dari kepemimpinan Presiden Mesir saat ini "Husni Mubaarak" yang membuat rakyatnya bad mood,seakan ingin ada 'kudeta',ingin ada 'Re-Formasi' atas kepemimpinannya selama ini,kalo kita compare dgn kepemimpinan di negri kita,Alhamdulillah nampak disana perubahan & "HIJRAH" menuju perubahan yg lebih baik,walaupun hanya step by step-*dari tahun ketahun-

saya berharap para pemimpin ke depan juga perlu lebih memberikan keteladanan pada rakyat dan umat,..*terdengar kabar&;berita skrng, seperti adanya pemadaman listrik bergilir, seharusnya yang padam bergilir adalah rumah-rumah pejabat, bukan rakyat jelata.,ongkos (Kopaja&angkot)naik,Jakarta yang selalu macet,tapi kata macet ini lagi-lagi hanya berlaku buat rakyat biasa,berbeda dgn Pejabat yg dikawal dgn pengawalan khusus anti macet-
dimana keadiLan,dimana Kesejahteraan??!!
Teman..-&sobatQ semua,mari,pak,mba,mas,amu,abLah,anisa,baba,mama.,
kita jadikan tahun baru ISLAM moment u/ ISLAH (perbaikan diri)
let's start from ourselves each.!
HIJRAH.!!
tanpa mengsampingkan nilai2&akhlaq yg di 'conto-keun'sm Nabi Muhammad صلى الله عليه
وسلم

Read more...

"surat untuk tokoh fiksi ku"

13 Desember, 2009

Kepadamu di singgasana yang tak akan pernah bisa kurengkuh dengan tangan lahirku, selamanya.

Temanku,
Engkau akan selalu menjadi lukisan indah yang terpajang di dinding marmer berkilat, eksotik. Dirimu, jiwamu, keseluruhanmu selalu memberi beribu inspirasi untukku, setiap hari. Engkau adalah nyanyian merdu mendayu-dayu, yang selalu membawa imajinasiku ke lembah indah belantara citra.
Di dunia fiksi, penaku akan selalu tertuju padamu, Si Tokoh yang tak akan pernah tergantikan oleh orang lain karena keunikannya. Tinta penaku akan tiba-tiba menebal bila kutulis nama seorang tokoh perwujudan sosok dan jiwamu. Walau mungkin kau tak pernah tahu hal itu.
Dan engkau akan selalu begitu, hanya seorang tokoh yang hidup dalam impian-impianku, angan-anganku, dan cerita-cerita yang aku tulis dan sengaja kupersembahkan untukmu.

Sangat berlebihan bila anganku mendambakan lebih dari itu, sebab ternyata kita berdua diciptakan bukan untuk berpasangan, tapi sebagai mahluk-mahluk nyata yang hanya direstui dan diperbolehkan berteman.
Di dunia bukan fiksi engkau adalah sosok yang bersahaja. Aku kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kepribadianmu, karena pasti ada yang keliru. Walau pun telah beberapa tahun tak henti-hentinya aku selalu menerka-nerka semuanya tentangmu, tak akan pernah cukup untuk mengenalmu. Semakin banyak aku tahu sifatmu, semakin banyak pula yang tak aku mengerti engkau, temanku.
Bila aku rindu padamu, rindu pada tokoh cerita yang aku ciptakan sendiri, aku tulis coretan-coretan seperti ini, di mana saja, di buku harian, di note book, di blog, dan di multiply ku, sebagai ungkapan rasa rindu itu padamu seorang diri.
Aku sangat berharap, pertemanan kita, di dunia fiksiku, di dunia mimpiku, di dunia citraku, dan di dunia nyata itu, menjelma menjadi sebuah ”keabadian”, keabadian menurut ukuran manusia biasa. Keabadian yang hanya sampai pada akhir hayat dikandung badan.

Aku yang tak pernah bosan menjadikanmu sebagai tokoh ceritaku,^^
09.46
cairo,26 dzulhijjah 1430H

Read more...

Wasiat Dahsyat PenoLak KemeLaratan

02 Desember, 2009

Islam itu sangat solutif, berbahagialah bila engkau seorang muslim, apalagi seorang muslim itu adalah enterpreuner (red. Pengusaha), kalaulah dia yakin akan jalannya, untuk berjihad di dunia melalui bisnis, tentulah dia memiliki dua ujung mata pedang dalam langkah perjuangannya, yaitu pertama : Ikhtiar yang sungguh sungguh dalam menjemput rezeki, dan kedua : Kekuatan amalan ibadah dan doa.

Kedua mata pedang tersebut saling menguatkan, kedua mata pedang tersebut menambah kekuatan keyakinan hamba atas kekuasaan Yang Maha Kuasa. Logika bisnis dan usaha kadang-kala menjadi terbalik, bahkan hasil yang di raih pun seringkali ilmu matematika ataupun indikator ekonomi tak mampu menjangkau.

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 35:2)

“Katakanlah: Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang di kehendaki Nya di antara hamba-hambaNYA dan menyempitkan bagi (siapa yang di kehendakiNya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi Rezeki yang sebaik baiknya” (QS 34:39)

Pada saat krisis tiba,

Pada saat krisis tiba, niscaya mereka para pribadi muslim haruslah merasa yakin dan tetap tenang. Mereka tidak gundah atas berita yang beredar di media masa, mereka tidak turut serta menggaungkan senandung yang sama dengan kaum yang lain , mereka punya sikap yang unik dan berbeda dengan kaum yang lain, alasannya karena mereka punya keyakinan yaitu mereka memiliki ALLAH, PEMILIK SEGALA KEPUTUSAN, PEMBERI REZEKI.

Seringkali ummat islam terlupakan adanya kekuatan ujung mata pedang yang kedua ini yaitu kekuatan amalan ibadah dan doa , sebahagian ummat islam sekarang cenderung mengikuti pola manajemen barat yang serba ‘sebab akibat’ secara rasional, yang tentunya paham barat tersebut telah nyata melupakan faktor Tuhan sebagai Penentu. Walaupun sebagian mereka berhasil dalam usahanya, maka hasil kerja yang di dapat paling tidak hanya memperbanyak digit nilai materi saja, dan hampa dalam nilai keimanan serta berpeluang hilang keberkahannya, ketahuilah bila niat dan hasilnya dasarnya sudah menyimpang , hasil itu semua kelak akan nihil di hadapan Allah.

Rugi sekali bagi seorang muslim, apalagi kalangan pengusaha muslim khususnya, bila meninggalkan kekuatan yang satu ini, mereka punya Allah, mereka punya peluang doanya terkabul, mereka memiliki kesempatan yang lebih baik di banding orang kafir, kenapa kita harus tunduk kepada yang lainnya, bahkan melemahkan diri?

Banyak sekali hadist Nabi maupun kisah sahabatnya yang memberikan gambaran bagaimana seorang muslim berdoa, kesemuanya merupakan karuniaNYA agar ummat islam khususnya para pengusahanya agar memiliki pegangan dan panduan dalam melangkah di kehidupan dunia ini, menjadi pengelana yang tak akan tersesat di antara ujian kehidupan berupa kelapangan maupun kesempitan.

…………

Adalah Abdullah bin Mas’ud , salah seorang sahabat dekat Rasul SAW. Di masa Khalifah Usman bin Affan, dia menderita sakit dan terbaring di atas tempat tidurnya, Khalifah usman menjenguknya dan menyaksikan Abdullah bin Mas’ud dalam keadaan sedih.

Usman : “Apa yang membuatmu sedih?”

Abdullah : “Dosa dosaku”

Usman : “Apa yang engkau inginkan dariku, aku akan penuhi?”

Abdullah : “Saya merindukan rahmat Allah”

Usman : “Jika engkau setuju, aku akan memanggilkan tabib”

Abdullah : “Tabib hanya membuatku sakit”

Usman : “Jika engkau tak keberatan, aku akan perintahkan bendaharaku untuk memberimu harta dari baitul mal”

Abdullah : “Ketika aku amat membutuhkannya, engkau tak memberiku sesuatu, dan sekarang tatkala aku sama sekali tak membutuhkannya, engkau hendak memberikan sesuatu!”

Usman : “Pemberian itu juga hadiah untuk putri putrimu”

Abdullah : “Mereka juga tak membutuhkan sesuatu, karena aku telah berwasiat kepada mereka untuk membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kefakiran”

Nah, saudara muslimku, informasi ini sudah sampai kepada anda semua, jangan di sia-siakan , mari kita lakukan amalan ini, Insha Allah, kita mampu untuk tetap tegar dalam menghadapi ujian kehidupan ini dan niscaya Insha Allah, kefakiran pun tak akan hadir di hadapan kita semua. Dan berilah wasiat yang sama kepada orang orang yang anda cintai, agar mereka bisa seberuntung seperti yang di sabdakan Rasul SAW di atas. Amin.

Read more...

Melihat ke depan,


Dalam perjalanan di sebuah angkutan umum, seorang remaja tiba-tiba minta izin ke sopir untuk pindah tempat duduk. Remaja laki-laki belasan tahun ini merasa tidak keberatan berada jauh dari dua kakaknya yang duduk di bagian belakang. Ia begitu antusias di tempat duduk barunya, persis di samping sopir.

“Kenapa kamu pindah ke depan, Nak?” sapa seorang bapak yang juga menumpang angkot itu.

Belum lagi si remaja itu menjawab, sang bapak kembali berujar. “Bukankah di belakang atau tengah lebih nyaman daripada di depan? Kamu bisa duduk santai tanpa perduli kendaraan melaju seperti apa. Di sana, kamu lebih mudah tertidur!”

Sambil senyum, si remaja ini menoleh ke arah sang bapak. Ia mencoba ingin menjelaskan sesuatu.

“Saya ingin“Saya ingin duduk di depan, karena ingin mendapatkan sesuatu yang tidak diperoleh oleh mereka yang di belakang,” ucap si remaja tampak tenang.

Tapi, yang dijelaskan menampakkan wajah penuh bingung. “Maksud anak ini apa, ya?” tanya si bapak lagi.

“Pak…,” lanjut si remaja. “Dengan duduk di depan, saya bisa menyiapkan diri dengan perjalanan yang akan saya tempuh. Kalau jalannya lurus, saya bisa mengira-ngira berapa lama perjalanan akan berakhir. Dan jika berkelok, saya bisa lebih dulu menyiapkan diri untuk keadaan di luar dugaan. Semua itu, tidak saya dapatkan jika saya duduk di tengah, apalagi belakang,” jelas sang remaja.

**

Jika mengibaratkan hidup yang kita lakoni ini dengan sebuah perjalanan, kemampuan dan kemauan untuk melihat ke depan merupakan nikmat tersendiri yang tidak diperoleh oleh mereka yang berpuas diri hanya melihat kanan-kiri, belakang, apalagi memejamkan mata untuk lari dari kenyataan yang ada.

Selain lebih bisa memaknai perjalanan hidup dengan segala suka citanya, kemampuan melihat ke depan perjalanan akan menyiapkan diri untuk siaga dengan suasana ‘kelokan’ jalan hidup yang belum diketahui.

Persis seperti yang diucapkan sang remaja, “Dengan melihat ke depan, saya bisa mendapatkan sesuatu yang tidak diperoleh oleh mereka yang pandangannya hanya di kanan-kiri, atau belakang.”


Read more...

  © Blogger template Noblarum by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP